TV PROGRAMS

A television programme (American spelling: program) is something that people watch on television. Several different kinds are made:

  • A series of fictional programs with the same title and characters (a television series). Each television series is made as a series of programmes. These individual programmes are called episodes. Most series are made up of between 12 and 24 episodes for each season. Some with fewer are called miniseries.
    • A single show (episode) from a television series.
  • An ongoing series of non-fiction shows using the same title, for example: local and network news shows.
  • A single program, for example a sporting event

Television broadcasting presents many different television programmes, one after another. In between television programmes, a channel may use an announcer to tell the audience what the next programme will be. On many channels in many countries, advertisements are shown for short periods of time during and between programme screenings. These advertisements are not a part of the television programme.

Advertisements

Liputan 6

Liputan 6 (sebelumnya bernama sebagai Liputan 6 Sore) adalah program berita televisi Indonesia yang disiarkan di SCTV.

Liputan 6 Petang adalah program berita utama malam hidup di SCTV yang disiarkan di stasiun televisi berita pertama di Indonesia dengan pertama kali sejak pada tanggal 20 Mei 1996 dengan ditayangkan setiap hari mulai pada pukul 16.30 sampai dengan pada pukul 17.00 WIB dari selama 30 menit dengan program berita-berita secara nasional.

Segmentasi acara
  • Laporan Hari Ini
  • Bisnis & Ekonomi
  • Dialog
  • Laporan Langsung Per Telepon

Liputan 6 Pagi

 

Liputan 6 Pagi adalah program berita utama pagi hari di SCTV yang disiarkan di stasiun televisi berita pertama di Indonesia dengan pertama kali sejak pada tanggal 24 Agustus 1996 dengan ditayangkan setiap hari mulai pada pukul 05:30 sampai dengan pada pukul 07:00 WIB dari selama 1,5 jam dengan program berita-berita dari nasional, mancanegara, olahraga, laporan cuaca nasional dan internasional. Liputan 6 Pagi SCTV mengikuti konsep berita yang serupa dengan Nuansa Pagi RCTI. Liputan 6 Pagi sempat absen pada tanggal 16 Februari hingga 5 April 1998 dikarenakan krisis moneter yang disebabkan jam siaran SCTV dikurangi mulai pukul 10.00/11.00-23.30 WIB hari Senin-Jumat, 07.00-02.00 WIB hari Sabtu, 07.00-24.00 WIB hari Minggu dan kembali ditayangkan 6 April 1998. Liputan 6 Pagi memiliki kekhasan tertentu karena dibawakan sekaligus oleh 4 penyiar berita, yakni dua orang (wanita dan pria) sebagai penyiar berita utama, seorang penyiar berita olahraga dan seorang penyiar laporan cuaca. Liputan 6 Pagi juga sempat menghadirkan subsegmen Liputan 6 Media yang mengabarkan berita-berita dari beberapa media cetak terpercaya seperti Kapital, Surya, Suara Merdeka, Kompas, Media Indonesia, Bisnis Indonesia dan Pikiran Rakyat. Liputan 6 Pagi juga menghadirkan segmen Laporan Cuaca yang mengabarkan prakiraan cuaca di Indonesia dan sekitarnya di penghujung acara.

Segmentasi acara
  • Laporan Pilihan
  • Indonesia Hari Ini
  • Liputan Media
  • Bisnis & Ekonomi
  • Olahraga (dahulunya dibacakan oleh penyiar khusus segmen olahraga)
  • Mancanegara
  • Dialog Pagi
  • Laporan Cuaca

News Watch

News Watch adalah program berita bahasa Inggris pagi hari di SCTV yang disiarkan di stasiun televisi berita pertama di Indonesia dengan pertama kali sejak pada tanggal 12 Maret 1997 dengan ditayangkan setiap hari mulai pada pukul 07:00 sampai dengan pada pukul 07:30 WIB dari selama 30 menit dengan program berita-berita dari nasional, mancanegara, olahraga, laporan cuaca nasional dan internasional dalam bahasa Inggris. News Watch juga sempat absen pada tanggal 16 Februari hingga 5 April 1998 dikarenakan krisis moneter yang disebabkan jam siaran SCTV dikurangi mulai pukul 10.00/11.00-23.30 WIB hari Senin-Jumat, 07.00-02.00 WIB hari Sabtu, 07.00-24.00 WIB hari Minggu dan kembali ditayangkan 6 April 1998. News Watch memiliki kekhasan tertentu karena hanya dibawakan oleh 1 penyiar berita. Pada tanggal 26 Mei 2000, berita ini mengakhiri tayangannya setelah SCTV menganggap program ini kurang menguntungkan karena tidak mampu menjaring iklan dan buruknya rating karena mayoritas pemirsa News Watch SCTV rata-rata berangkat kerja dan sekolah.

Segmentasi acara

Liputan 6 Siang

 

Liputan 6 Siang adalah program berita utama siang hari di SCTV yang disiarkan di stasiun televisi berita pertama di Indonesia dengan pertama kali sejak pada tanggal 10 Maret 1997 dengan ditayangkan setiap hari mulai pada pukul 12:00 sampai dengan pada pukul 12:30 WIB dari selama 30-menit dengan program berita-berita secara nasional dan lokal.

Segmentasi acara
  • Laporan Hari Ini
  • Bisnis & Ekonomi
  • Dialog
  • Laporan Langsung Per Telepon

2003-sekarang

 

Mata Najwa

Mata Najwa adalah program talkshow unggulan Metro TV yang dipandu oleh jurnalis senior, Najwa Shihab. Talkshow ini ditayangkan setiap hari Rabu pukul 20:05 hingga 21.30 WIB.[1] Disiarkan perdana sejak 25 November 2009, Mata Najwa konsisten menghadirkan topik-topik menarik dengan narasumber kelas satu. Sejumlah tamu istimewa telah hadir dan berbicara di Mata Najwa, diantaranya Presiden RI ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie (episode: Habibie Hari Ini), Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri (episode: Apa Kata Mega ?), Mantan Wakil Presiden Boediono (episode: Di Balik Diam Boediono), Wakil Presiden Jusuf Kalla (episode: Pemimpin Bernyali), Menteri BUMN Dahlan Iskan (episode: Komandan Koboi), dan Gubernur DKI Jakarta yang sekarang Presiden Indonesia, Joko Widodo (episode: Laga Ibukota).

Mata Najwa juga pernah menghadirkan gambar eksklusif di dalam sel tahanan Lapas Sukamiskin dan Rutan Cipinang dalam episode ”Penjara Istimewa”. Di tayangan tersebut, Najwa ikut melakukan inspeksi mendadak dan berbincang langsung dengan terpidana kasus korupsi, Gayus Halomoan Tambunan, Adrian Waworuntu, Agusrin Najamuddin dan Anggodo Widjojo.[1]

Inspirasi cerita film muncul saat Charles Gozali melihat tayangan Mata Najwa episode “Hidup Dalam Stigma” yang tayang pada Oktober 2013. Beberapa bulan kemudian, Charles bersama sederet pemeran papan atas seperti Marsha Timothy, Acha Septriasa, Mathias Muchus, Darius Sinathrya, Butet Kartaredjasa, hingga Wulan Guritno mewujudkan gagasan Charles itu dalam film, “Nada Untuk Asa”.